Dalam Sajak Cinta
Pada lorong-lorong ini saat senja
Aku seperti terbuai akan sebuah lantunan sajak cinta
Syair-syair merdu itu seakan ingin ikut bersamaku dalam kegembiraan ini
Sajak cinta yang bercerita akan indahnya hidup
Dengan sejuta hasrat agar selalu ingin bersama
Sajak cinta akan dirimu yang selalu setia menjaga dan mengingatkan
Dalam syair-syair itu aku seperti yakin akan pilihanku
Dalam cinta yang tumbuh hanyalah rasa
Dalam kasih yang berkembang adalah jiwa
Dalam sajak cinta ini aku seperti manusia yang baru tersadar
Bahwa indahnya dunia ini bukan hanya untuk dinikmati seorang
Ikatlah jiwa lain dalam jiwamu untuk lebih indah
Sesat Akan Kata Hati
Semilir angin dari dahan itu
Mengantarkan sebuah bisikan rindu
Seakan kata-kata merdu dari bibir sang dara
Yang butuh kembalinya kehangatan dan kemesraan
Bulan berbisik dalam sepi
Agar tak ganggu khayalmu tentang kasih
Seperti waktu itu ketika kau menangis
Karena Matahari telah rampas mimpi indahmu yang kau rangkai dengan sejumput
kasih
Kau masih merindukan akan cinta
Walau kau tahu itu hanya akan menambah bencana bagimu
Aku yang menawarkan kasih sayang untuk selalu melindungimu
Kau henyakkan bagai kau jijik melihat bangkai dari seorang penjahat yang
terbunuh
Inikah makna hidup dalam cinta itu
Ataukah ini arti dari keinginan cinta itu
Aku Ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada