Renungkanlah….
Ada seorang Bocah angon kerbau berguru kepada seorang Penghulu Besar minta diajari ilmunya, seraya berkata :’ Kiaiku, apa sebenarnya tetesan ilmu yang benar yang berufuk di makrifat “?.
Karena yang bertanya adalah seorang penggembala dengan baju compang-camping, maka sang Kiai berkata dengan marah : “ Aku sayang kepada ilmuku kalau keberikan kepadamu, karena orang mulia ialah orang kota, tak pantas ilmuku kuberikan kepadamu “ sebab gembala kerbau tergolong orang yang sangat awam, singkat cerita si Bocah angon Kerbau terpana dan memohon dikasihani serta dinasehati tentang :
- Samudra yang luas dimana tepinya ?.
- Bunga teratai tanpa telaga apa gerangan maknanya ?.
- Kenapa lampu menyala tanpa sumbu ?.
- Berapa jumlah huruf Al Qur’an dari awal hingga akhir ?.
Sambil merengek si Bocah angon kerbau tadi memohon pada Kiai agar diuraikan se gamblang-gamblangnya.
Dengan perlahan Kiai Penghulu menjawab : “ Maafkan aku wahai sang Bocah angon, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya, bahwa aku telah menghina “. Kalau engkau ingin tahu kata-kata seperti itu terangkan sendiri olehmu sebab aku tak tahu maksudnya.
Situasi jadi terbalik, kini Kiai yang memohon kepada bocah angon tersebut, maka si bocah angon beranjak dari duduknya lalu menunggangi kerbau gembalaannya sambil meniup alunan seruling seraya menjawab pertanyaan Kiai tersebut :
“ Lautan yang tak bertepi, artinya Mana yang bukan ALLAH ? segala yang ada akan sirna semuanya hilang dalam Zatullah yang meliputinya demikianlah luasnya samudra : “.
“ Bunga teratai tanpa telaga, itulah Ruh Idhafi tegaknya Sang Maha Agung berada tanpa tempat berdirinya alam semesta menunjukan ada NYA“
“ Adapun lampu menyala tanpa sumbu, itu mencerminkan ALLAH yang berdiri sendiri tak ada yang membikin NYA, namun Ia menyala- menyala sendiri tanpa minyak tak ada sumber cahayanya dan terus menerus menyala menerangi dunia, jadi semua ALLAH belaka “.
“ Jumlah Huruf al Qur’an dari awal hingga akhir, artinya awal al Qur’an adalah Nur Muhammad sumber semua Ruh, baru akhirnya Muhammad yang hidup di Mekkah yang disifati oleh Muhammad pemula dan pamungkas “.
Masih melekat dalam ingatanku sewaktu detak lonceng yang menggema mengingatkan perjalanan hidup yang tak pernah henti sementara ruang tak bergeming sedang waktu tak perduli dan kehidupan adalah sebuah mystery meski dunia akan terbalik tetapi kenyataan tentunya akan berjalan terus.
Semoga bermanfaat….
Dari NN
No comments yet.